Sabtu, 27 November 2010

FLASHBACK

Sedikit mengenang tentang diri saya dan asal-usulnya. Sedikit cerita tentang asal usul dari keluarga mama dan papa yang saya ingat.

Keluarga dari mama keturunan chinese, dulunya nenek saya atau mamanya mama saya itu pemeluk agama Kristen yang sangat fanatic berawal dari lingkungan bermain yang kebanyakan anak-anak muslim dan selalu ikut belajar tentang agama Islam nenek saya memberanikan diri berpindah agama dan memeluk agama Islam atau menjadi seorang mualaf sejak bangku sekolah menengah pertama atau SMP.

Semenjak resmi menjadi seorang muslim nenek saya rela diusir dari rumah orangtuanya dan tidak dianggap anak oleh kedua orangtuanya. Selepas kejadian itu beliau lebih memilih tinggal dipesantren bersama para santri dan ustadz untuk lebih mendalami ajaran agama Islam. Walaupun saya belum pernah melihat secara langsung dengan beliau tapi saya tahu bahwa beliau adalah sosok wanita tegar dan berani mempertahankan yang menurutnya baik dengan konsekuensi-konsekuensinya yang pahit. Saya disini hanya bisa mendoakan untuk nenek, semoga nenek tenang disana dan diterima disisi Allah SWT. Amin.

Next, yaitu keluarga papa yang lumayan rumit ceritanya dan banyak yang lupa dari memori otak saya. Hehe maklum kalo papa saya cerita gak cukup 7 hari 7 malem pasti panjang lebar. Tapi tenang saya berusaha sekuat tenaga untuk membuka folder-folder dimemori otak yang sudah berkarat ini. (sudahlah fina berhenti melucu!) ok kids langsung ajaaa iya, cekidot!

Dulunya mamanya papa saya itu kembang desa lho! Banyak perjaka-perjaka kampung yang ngejar-ngejar dan selalu ngirim surat cinta untuk beliau. Katanya sih saya masih ada keturunan dari kerajaan Galuh. Dulu kata papa saya keluarganya paling kaya diwilayahnya dan tanahya pun berhektar-hektar luasnya! (nah lho sekarang pada kemana ya ko tinggal sedikit?) Nenek adalah seorang pensiunan guru SD dibidang mata pelajaran Matematika beliau sangat cekatan dan piawai dalam mengerjakan soal-soal Matematika (tapi ko gw engga secerdas beliau ya?) sedangkan almarhum kakek seorang pengusaha dibidang apu. Dulu papa saya kuliah difakultas biologi tapi anehnya dia lebih menyukai menjadi wiraswasta dan menggeluti pekerjaannya yang berbau ekonomi.

Nah ini dia nih klimaksnya yaitu gak jauh dari seputar kehidupan gw yang amat sangat gak penting. 17 tahun lalu gw dilahirkan dan diberi nama FINA FITRIANI AMALIA dan berkembang menjadi gadis remaja seperti umumnya. Dari sejak lahir gw emang udah dibiasakan dan harus ngomong menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar karena papa gak mengizinkan ngomong pake bahasa daerah (sunda) gak tahu juga sih apa alasannya tapi yang jelas sewaktu TK, SD sampai SMP kelas 1 gw gak bisa bahasa sunda (what orang sunda gak bisa ngomong bahasa sunda?) gw bener-bener kelabakan sewaktu masuk ke SMP semua temen-temen gw pada ngomong pake bahasa sunda sedangkan gw belepotan, abstrak, dan sangat ngeblank dengan pembicaraan mereka. Pas SMP pelajaran bahasa sunda gw disuruh kedepan kelas buat ngebaca teks biantara(pidato) dengan nada sumbang, ngomong logat gak jelas dan hancuuur kaya kue cuhcur dengan percaya diri tinggi gue kedepan kelas alhasil gurunya nanya ke gw gini

Guru: "neng urang sunda sanes?"
(neng orang sunda bukan?)
Gw: "iya bu."
Guru: "tapi lagam nyariosna jiga sanes urang sunda."
(tapi ko nada berbicaranya seperti bukan orang sunda)
Gw: "~!@#$%^&*()_+||`:<,>./?"

Lama-kelamaan gw mulai bisa sedikit-sedikit ngerti bahasa sunda dan ngomong sunda tapi ngomongnya kasar. Lalu pas dirumah gw keceplosan ngomong sunda kasar, sontak papa gw marah dan ngejelasin kenapa gw gak diizinin untuk ngomong bahasa sunda. Gini nih ngomongnya "Papa bilang apa kamu jangan ngomong bahasa sunda! bahasa sunda itu sulit banyak tingkatannya dan ada pembagian-pembagiannya, bla bla bla blaaaaa" nah ini dia nih pertama kali gw tahu alasannya kenapa.

Di SMA gw suka ngomong campur-campur misalnya sunda di campur bahasa Indonesia, pernah sesekali ada orang bilang gini "ihhh belagu banget sih ngomong pake bahasa Indonesia" hellow lo pikir kita harus ngomong pake bahasa apa? Masa orang tinggal di Republik Indonesia ngomong pake bahasa Indonesia aja dilarang? Menurut lo kita harus pake bahasa alien?

AddThis